Di balik janji kesejahteraan dan pembangunan yang dibawa industri pertambangan, terdapat realitas sosial yang sering terabaikan renggangnya hubungan sosial di masyarakat sekitar tambang. Buku ini menyelami dampak sosial dari aktivitas pertambangan yang tak hanya menciptakan ketimpangan ekonomi, tetapi juga meretakkan jalinan kebersamaan yang telah lama terbangun di komunitas lokal.
Dengan melihat dari sisi pemahaman dan kenyataan di lapangan, penulis menguraikan dinamika konflik, dominasi, hingga hilangnya ruang sosial akibat intervensi industri ekstraktif. Berbagai teori sosial dari tindakan komunikatif Habermas hingga kearifan lokal seperti tudang sipulung dalam budaya Bugis dihadirkan sebagai pijakan untuk membangun kembali relasi sosial yang sehat, inklusif, dan berkeadilan.
Buku ini sangat relevan bagi pembuat kebijakan, aktivis sosial, akademisi, dan siapa saja yang peduli pada keberlanjutan sosial dan kemanusiaan di tengah geliat pembangunan. Ia bukan sekadar kritik, tapi juga menawarkan harapan dan solusi: bahwa di tengah keretakan, selalu ada jalan menuju harmoni jika dialog, keadilan, dan pemberdayaan dikedepankan.
| Detail Buku | |
|---|---|
| ISBN | 978-634-7229-05-2 |
| Penulis Buku | Dr. Ir. Andi Ilham Samanlangi, S.T., M.T |
| Editor | Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed. |
| Penyunting | Nadila Rahma Putri, S.Hum |
| Desain Sampul & Tata Letak | Neza Sartika |
| Penerbit | CV. Literasi Langsung Terbit |
| Kategori | Antropologi Sosial |
| Tahun Terbit | 2025 |






Ulasan
Belum ada ulasan.