Buku ini membahas perubahan tata kelola bencana perkotaan dari pendekatan responsif dan reaktif menuju pendekatan preventif, mitigatif, dan adaptif dengan mengambil konteks ancaman Sesar Lembang serta kerentanan kawasan Bandung Raya. Pembahasan mencakup karakteristik geologis dan risiko seismik, tekanan urbanisasi, kerentanan sistemik, kesenjangan antara urgensi bencana dan realitas tata ruang, serta keterhubungan antara sains dan kebijakan publik. Perspektif disaster governance, kapasitas adaptif, pembelajaran organisasi, institusionalisme, manajemen krisis, dan relasi kuasa digunakan untuk memahami faktor yang memengaruhi kemampuan pemerintah dalam mengelola risiko bencana secara berkelanjutan.
Pembahasan selanjutnya menguraikan kekosongan regulasi, ketidaksinkronan perencanaan tata ruang, diskresi administratif, akumulasi risiko, serta berbagai hambatan kognitif, politik, dan administratif dalam pelaksanaan mitigasi. Peran modal sosial, resiliensi masyarakat, kolaborasi lintas sektor, dan kapasitas pembelajaran institusional turut ditempatkan sebagai bagian penting dalam penguatan tata kelola bencana. Bagian akhir merumuskan model tata kelola bencana adaptif melalui pendekatan risk-informed governance, policy bridge, collaborative governance, integrasi zonasi sesar dan standar bangunan, restrukturisasi kewenangan berbasis pengetahuan saintifik, serta sistem monitoring terpadu sebagai kerangka untuk memperkuat keselamatan dan ketangguhan sebuah kawasan.
| Detail Buku | |
|---|---|
| ISBN | |
| Penulis Buku | Dr. Dian Herdiana, S.IP., M.AP. Dr. Fathimah Madaniyyah, S.Pd.I., M.Pd.I. |
| Editor | Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed. |
| Penyunting | Laras Nurul Adha, S.T., M.T. |
| Desain Sampul & Tata Letak | Septia Fakhira Risti, S.Ds. |
| Penerbit | CV. Literasi Langsung Terbit |
| Kategori | Ilmu Sosial |
| Tahun Terbit | 2026 |







Ulasan
Belum ada ulasan.